Home » Business Intelligence, Headline, IT Management, Open Source, Social Computing

Mitos portal enterprise

18 May 2009 300 views No Comment

ed13-entportalMempunyai sistem informasi yang terintegrasi tentunya menjadi impian bagi banyak perusahaan. Satu impian yang sering saya dengar dari pengguna  adalah: “Bisa ga sih klo kita dapat melakukan berbagai aktivitas dengan SATU aplikasi saja. Jadi cukup ke aplikasi tersebut, semua aktivitas pekerjaan dapat kita lakukan disana. Gak perlu kemana-mana.

Klo ditanya seperti itu,  saya suka keki. Saya biasanya suka balik nanya:Mas, klo mo nonton pelem bisa pake MS Word ga?“. Yang nanya biasanya cuma geleng2 kepala trus nanya:”Lha apa hubungannya?“.  Baru saya bilang : “Tiap aplikasi memang dirancang untuk kebutuhan tertentu. Walaupun Microsoft (yang bikin MS Word) bisa bikin fitur untuk nonton pelem (macam Windows Media Player), keknya GA AKAN pernah fitur itu dimasukkan ke dalam MS Word. Jadi GA ADA tuh aplikasi yang segala bisa kek gitu“.

Saya mungkin terlalu sarkastik, karena saya juga pernah dengar jargon Enterprise Portal yang katanya bisa seperti itu. Bisa “nempelin” berbagai aplikasi di satu tempat, katanya. Well, saya pernah menggunakan beberapa produk-produk so-called “portal” itu : dari yang sekedar ngumpulin link, sekedar bikin “pintu kemana saja” pake iFrame, sampai yang katanya canggih macam sistem yang berbasis portlet. Kesimpulannya sama,  saya tetep keki :)

Tidak dipungkiri antar muka tunggal itu sangat nyaman buat pengguna, tapi painful buat developer dan mungkin juga ga bagus2 amat jika dihitung ROI-nya. Buat saya posisi portal sebagai tempat untuk MELAKUKAN berbagai hal adalah…ehem…mimpi aje. Tapi klo portal diposisikan sebagai tempat MENGETAHUI berbagai hal, saya setuju.

Ilustrasi idealnya mungkin seperti arsitektur Facebook apps. Platform facebook (anggaplah ini seperti portal enterprise) itu bisa ditempeli berbagai macam aplikasi. Ada kuis, game, dan berbagi aplikasi sampah lainnya :). Siapa yang membuat berbagai aplikasi itu? kebanyakan bukan Facebook sendiri yang bikin. Aplikasi itu juga dijalankan bukan di server Facebook, melainkan di server pengembangnya masing-masing. Di facebook kita bisa MENGETAHUI berbagai informasi ringkas/penting dari berbagai aplikasi lewat Newsfeed. Akan tetapi, untuk MELAKUKAN : bermain game atau ikut kuis, tetap saja harus masuk ke apps terkait. Bagusnya, di Facebook tampilan itu dibikin “standar” lewat FBML sehingga keluar/masuk berbagai aplikasi  tidak terasa, seolah-olah masih di dalam SATU sistem Facebook aja.

Jadi tetap saja harus ada aplikasi spesifik misalnya untuk menangani soal kepegawaian saja, soal akuntansi saja, soal data pelanggan saja dan lain sebaginya. Posisikan portal sebagai tempat kumpulnya berbagai “newsfeed” berupa informasi ringkasi/penting dari berbagai aplikasi spesifik tadi. JANGAN pernah menulis ulang aplikasi tersebut supaya bisa jalan di portal. Saya pikir pendekatan ini lebih manusiawi.

Hey, what do you think?

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.